Penanganan Covid-19 di Jabar Membaik: Tak Ada Daerah Masuk Level 4. Purwakarta Masuk Level 2

- Senin, 13 September 2021 | 15:38 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil meninjau pelaksanaan vakasinasi covid-19 di Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil meninjau pelaksanaan vakasinasi covid-19 di Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Heru Rukanda)

BANDUNG, AYOTASIK.COM -- Penanganan pandemi Covid-19 di Jabar relatif membaik. Saat ini, tidak ada daerah di Jabar yang masuk PPKM Level 4. Selain itu, 11 daerah sudah berada di level 2. Demikian keterangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Adapun 11 Daerah di Jabar yang berstatus level 2 adalah, Kuningan, Sukabumi, Pangandaran, Purwakarta, Majalengka, Karawang, Indramayu, Ciamis, Cianjur, Subang, dan Garut.

Baca Juga: Namanya Dicatut untuk Aksi Penipuan, Bupati Purwakarta Laporkan Pelaku ke Polisi

"Saya itu kalau per covidan dan saya kira semua lagi berita baik bor 11 persen. Kasus aktif di bawah 8.000 bukan lagi yang tertinggi kan begitu ya kemudian tatap muka juga relatif baik dan belum ada kabar kasus-kasus ditemukan covid di sekolah," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil akhir pekan lalu.

Menurut Ridwan Kamil, ia berharap masyarakat terus diedukasi agar jangan sampai euforio. "Tetap 5M, terus pakai masker sisanya bertahap kita akan mengembalikan kegiatan seperti yang kita harapkan," katanya seperti dilansir Republika, jaringan Ayopurwakarta.com

Selain itu, menurut Ridwan Kamil, vaksin juga terus dilakukan. Ia, memantau hingga ke Indramayu. Ternyata keterisian rumah sakitnya (BOR) Hanya 2,5 persen. "Ini terendah se-Jawa Barat. Dan mudah-mudahan komitmen pemerintah Pusat 15 juta dosis vaksin per bulan bisa dipenuhi. Karena sampai 9 bulan baru 18 juta, padahal target kita 15 juta per bulan ini masih jauh sekali," paparnya.

Sedangkan Kota Tasikmalaya, kata dia, berada di Level 3 PPKM. Artinya, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas sudah bisa dilaksanakan. "Dengan level 2 dan 3 PTM sudah boleh sebenarnya hanya jumlahnya dibatasi seiring dengan vaksinasi yang makin kita perbanyak," kata Emil.

Menurut Emil, PTM pun digelar di sejumlah daerah dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru. "PTM sudah dilaksanakan di banyak tempat tapi tetap bertahap sampai nanti vaksinasinya selesai," katanya.

Selain meninjau pelaksanaan vaksinasi, Emil dan Forkopimda menyerahkan bantuan 600 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu. Emil bersama jajaran Forkopimda memantau ke Kota Tasikmalaya dengan menggunakan sepeda motor. Ini merupakan rangkaian dari safari vaksinasi dan bakti sosial (baksos) Forkopimda Jabar.

Ada empat titik yang dikunjungi dalam safari vaksinasi dan baksos di wilayah priangan timur tersebut, yaitu di Kota Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar dan Pangandaran.

Menurut Ridwan Kamil, peninjauan dengan menggunakan sepeda motor dirasa lebih efektif karena lebih dekat dengan permasalahan dan mencari solusinya secara langsung. "Ada empat titik yang akan kami kunjungi naik motor karena mata kita akan lebih dekat kepada masalah, kalau naik mobil kadang-kadang apa yang terlihat di jalan kurang maksimal tapi kalau naik motor kalau ada masalah terlihat dan langsung kita bisa tindak," kata Ridwan Kamil. (arie lukihardianti)

Editor: Dudung Ridwan

Sumber: republika.co.id

Tags

Terkini

Head To Head Persib vs Borneo FC Siapa Paling Dominan?

Kamis, 23 September 2021 | 11:28 WIB

Tata Cara Salat Tahajud dan Doa Setelahnya

Rabu, 22 September 2021 | 12:18 WIB
X