Hari Guru di Purwakarta, Anne : Guru Adalah Pemberi Semangat Anak Meraih Mimpi

- Selasa, 23 November 2021 | 16:35 WIB
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan Guru adalah pemberi semangat anak meraih mimpi. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan Guru adalah pemberi semangat anak meraih mimpi. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)
 
PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM - Pemerintah Kabupaten Purwakarta memperingari Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun Ke-76 PGRI Tingkat kabupaten, di Prime Plaza Hotel Purwakarta, Selasa 23 November 2021.
 
Dalam kesempatan itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyampaikan sedikit sejarah terbentuknya PGRI di Tanah Air hingga 25 November 1945 ditetapkan sebagai peringatan HGN setiap tahunnya.
 
Ini merupakan momentum bersejarah dimana saat itu para guru di Tanah Air yang tergabung dalam puluhan organisasi dengan paham dan golongan yang berbeda, dengan bersemangat dan niat mulia bersepakat melebur menjadi satu wadah organisasi yaitu PGRI.
 
 
Setelah 76 tahun Indonesia merdeka, jati diri PGRI sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan, dan organisasi ketenagakerjaan yang bersifat independen, unitaristik, dan non partisan senantiasa terus dijaga, dan melekat dalam dada pengurus, pejuang, aktivis dan para guru serta tenaga kependidikan.
 
"Terimakasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang telah menghargai perjuangan para guru, pendidik, pendidik non-formal, dan tenaga kependidikan dengan menetapkan hari lahir PGRI pada tanggal 25 November sebagai HGN melalui penetapan Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994," kata Anne.
 
Ia mengatakan, 2021 merupakan tahun kedua dalam suasana pandemi Covid-19 yang sudah memungkinkan untuk kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka secara Terbatas (PTMT).
 
 
Pembelajaran kembali dapat dilakukan secara luring maupun campuran dengan pembelajaran daring tetap memperhatikan protokol kesehatan.
 
Pemerintah tidak ingin sekolah-sekolah menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, keselamatan dan kesehatan anak didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama.
 
"Dengan kembali dibukanya sekolah, dapat menekan angka learning loss dan meminimalisasi terjadinya lost generation pada anak didik kita. Selain itu, proses pembelajaran di masa yang akan datang, serta peran teknologi dan inovasi dalam pendekatan pembelajaran sangat penting dipahami guru. Kerjasama yang efektif dengan orangtua menjadi perlu terus ditingkatkan," ujar Anne.
 
 
Menurutnya, pembelajaran penting pasca Covid-19 adalah peran guru tidak dapat digantikan oleh teknologi. Guru adalah suri tauladan, kawan belajar, dan pemberi semangat ulung agar bara api anak didik tetap menyala untuk terus belajar meraih mimpi. 
 
Guru juga dituntut menjadi pembelajar sejati, sehingga kehadiran guru tetap relevan sepanjang waktu termasuk ketika memasuki era masyarakat 5.0 ini.
 
"Pemerintah Kabupaten Purwakarta telah memprioritaskan pemberian vaksin bagi para guru, pendidik, tenaga kependidikan, siswa, dan mahasiswa. Prioritas pemberian vaksin di lingkungan pendidikan ini merupakan wujud perhatian dan komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah tentang pentingnya sektor pendidikan," kata Anne.
 
 
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus berikhtiar dalam membangun pendidikan karakter, berbagai regulasi baik dalam bentuk peraturan daerah maupun peraturan bupati dan regulasi lainnya telah diterbitkan sebagai payung hukum implementasi kebijakan pendidikan di Kabupaten Purwakarta.
 
"Saat ini, terdapat lima bunga pendidikan karakter yang terdiri dari Tujuh Poé Atikan Istimewa, pendidikan keagamaan dan pendalaman kitab-kitab, insersi pendidikan anti korupsi, sekolah ramah anak dan tatanen di bale atikan yang merupakan program Pemerintah Kabupaten Purwakarta yang tidak akan memiliki makna dan dampak apapun jika kita tidak bersinergi," kata dia.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Purwanto menambahkan pada momentum peringatan HGN ini, pihaknya telah memberikan penghargaan kepada para guru honorer yang mengabdi lebih dari 20 tahun, 25 tahun, 24 tahun dan 20 tahun.
 
 "Dari mulai Guru TK, SD sampai SMP, kita kasih penghargaan kasih reward dan selain itu juga kita nanti akan berupaya memperjuangkan kesejahteraan mereka," kata Purwanto.
 
Diketahui, dalam kegiatan dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan tersebut nampak hadir Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Ketua PGRI Kabupaten Purwakarta, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Penilik/Pengawas Se-Kabupaten Purwakarta, Kepala TK/SD/SMP/SMA/SMK Se-Kabupaten Purwakarta, Ketua dan Pengurus PGRI Cabang Se-Kabupaten Purwakarta.

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wanita Harus Tahu, Ini Manfaat Belut Bagi Ibu Hamil

Senin, 29 November 2021 | 19:32 WIB

4 Pelaku Spesialis Curanmor Dibekuk Polres Purwakarta

Senin, 29 November 2021 | 17:45 WIB

Sastra Sunda: HAMPURA DEWEK, EUY!

Senin, 29 November 2021 | 17:12 WIB
X