Buruh di Purwakarta Kembali Gelar Demo Minta Kenaikan Upah 10 Persen dan Tolak Omnibuslaw

- Selasa, 23 November 2021 | 16:51 WIB
Buruh di Purwakarta Kembali Gelar Demo Minta Kenaikan Upah 10 Persen dan Tolak Omnibuslaw. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)
Buruh di Purwakarta Kembali Gelar Demo Minta Kenaikan Upah 10 Persen dan Tolak Omnibuslaw. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM - Para buruh di Kabupaten Purwakarta kembali turun ke jalan, demo menyuarakan kenaikan upah sebesar 10 persen kepada pemerintah daerah setempat, Senin 23 November 2021.

Para buruh meminta Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mencoba melakukan tindakan untuk kenaikan upah.

Koordinator Presidium Aliansi Buruh Purwakarta Wahyu Hidayat mengatakan, hasil audensi beberapa waktu lalu para pengusaha sepakat upah para buruh naik. Akan tetapi di peraturan pemerintah 36 ada aturan yang menjadi program strategis nasional yang menyebutkan bahwa atas batas bawah dan batas atas Rp37.000.000 dan UMK Purwakarta sebesar Rp4.100.000.

Baca Juga: Tok!, Ini Besaran UMK Purwakarta

"Ada lebih sekitar Rp400.000, otomatis tidak naik dan menggunakan tahun kemarin. Itupun tidak tahu aplikasi di lapangan seperti apa karena banyak juga upah di bawah UMK yang tidak ada tindakan dan juga pengawasan," ujar dia di temui usai audensi bersama Pemkab Purwakarta di Taman Maya Datar.

Ia menyebut secara sistematis para buruh akan dimiskinkan, oleh karena itu mohon Bupati Purwakarta memperjuangkan agar ada tindakan untuk kenaikan upah yang selama ini disuarakan oleh para buruh. "Kenaikan upahnya bisa 5 perseh atau 10 persen sesuai yang kami minta," kata Wahyu.

Adapun nanti di tolak oleh Gubernur Jawa Barat, ia mengaku itu adalah urusan para buruh yang akan tetap diperjuangkan kenaikan upah ini. "Kita pengen tahu keberpihakan bupati. Para buruh akan kembali turun ke jalan jika tidak direalisasikan," ucap dia.

Baca Juga: Hari Guru di Purwakarta, Anne : Guru Adalah Pemberi Semangat Anak Meraih Mimpi

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) III, Saepudin menyebut bupati mendukung mengenai kenaikan upah para buruh. Akan tetapi bukan bupati yang menaikan, melainkan para pengusaha yang juga sepakat soal kenaikan upah ini.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wanita Harus Tahu, Ini Manfaat Belut Bagi Ibu Hamil

Senin, 29 November 2021 | 19:32 WIB

4 Pelaku Spesialis Curanmor Dibekuk Polres Purwakarta

Senin, 29 November 2021 | 17:45 WIB

Sastra Sunda: HAMPURA DEWEK, EUY!

Senin, 29 November 2021 | 17:12 WIB
X