Hari Guru Nasional: Cerita Beratnya Menjadi Guru di Perbatasan Purwakarta

- Rabu, 24 November 2021 | 19:06 WIB
Hari Guru Nasional: Cerita Guru di Perbatasan Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)
Hari Guru Nasional: Cerita Guru di Perbatasan Purwakarta. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

SUKASARI, AYOPURWAKARTA - Menjadi seorang guru di perbatasan memiliki perjuangan berbeda dibandingkan guru yang ada di wilayah perkotaan.

Selain jarak tempuh cukup jauh juga terhambat oleh akses jalan yang memang perlu perjuangan lebih.

Seperti halnya yang dirasakan oleh Unandar, seorang guru di SD Negeri 1 Parungbanteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta.

Baca Juga: Buruh Kembali Turun ke Jalan, Polres Purwakarta Alihkan Arus Lalulintas

Pria berusia 39 tahun itu setiap harinya berangkat dari rumah berlokasi di Kecamatan Tegalwaru harus rela melewati jalan yang sepenuhnya belum selesai, banyak jalan masih terjal juga berlumpur serta ada sebuah jembatan yang hingga kini belum selesai.

"Jalannya masih seperti ini, yah perjalanan dari rumah ke sekolah kurang lebih sekitar satu jam," ujar dia, Rabu 24 November 2021.

Ia mengatakan, akses jalan menuju sekolah bisa juga melewati sebuah sungai, namun jika musim penghujan seperti saat ini tidak bisa dilalui dan harus melewati jembatan yang belum selesai dengan berjalan kaki karena tidak bisa dilalui kendaraan roda dua.

Baca Juga: Korban Tenggelam di Sungai Cipunagara Subang Akhirnya Ditemukan

Selain melalui darat dengan motor, sambung dia, ada alternatif lain yakni menyeberang Danau Jatiluhur menggunakan perahu, namun juga sama tak bisa dilalui mengingat Waduk Ir. Djuanda tersebut dipenuhi eceng gondok.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wanita Harus Tahu, Ini Manfaat Belut Bagi Ibu Hamil

Senin, 29 November 2021 | 19:32 WIB

4 Pelaku Spesialis Curanmor Dibekuk Polres Purwakarta

Senin, 29 November 2021 | 17:45 WIB

Sastra Sunda: HAMPURA DEWEK, EUY!

Senin, 29 November 2021 | 17:12 WIB
X