USB YPKP Bandung-STEI ITB Jalin Kerja Sama Jelang TSSA 2022

- Rabu, 25 Mei 2022 | 21:49 WIB
USB YPKP Bandung-STEI ITB Jalin Kerja Sama Jelang TSSA 2022
USB YPKP Bandung-STEI ITB Jalin Kerja Sama Jelang TSSA 2022

Usai penandatangan kerjasama, Dekan STEI ITB, Dr. Tutun Juhana, ST., MT, menyampaikan, dalam penyelenggaraan International Conference TSSA 2022 pada bulan Oktober mendatang, pihaknya berharap Fakultas Teknik USB YPKP Bandung dapat berkontribusi lebih banyak. Terlebih dapat intens lagi terlibat dalam review papers.

Kemudian, lanjut Tutun Juhana, kontribusi jumlah papers bisa lebih banyak. Tidak hanya jumlah namun juga kualitasnya, diharapkan bisa ditingkatkan juga.

Ditambahkan Tutun, TSSA memiliki efek yang sangat baik bagi peningkatan mutu perguruan tinggi karena dosen dipacu dan dituntut untuk memasukan publikasi ilmiah yang berkualitas baik.

"Karena TSSA ini, papers-papersnya diindeks oleh Scopus. Sehingga papers-papers yang bisa dinilai Scopus itu menunjukan kualitas yang tinggi," ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya, apabila ada papers yang masuk dalam conference TSSA ini ternyata secara kualitas tidak baik, maka tentunya tidak bisa dimasukan dalam publikasi yang bisa diindeks oleh Scopus.

Dengan adanya Papers yang bisa terbit melalui TSSA ini, sambung Tutun, itu menunjukan bahwa papers tersebut memiliki kualitas yang baik.

"Artinya dosen, khususnya dosen-dosen USB (YPKP Bandung) itu memiliki publikasi yang bermutu tinggi," tandasnya.

Sementara, bagi Dekan FT USB YPKP Bandung, Slamet Risnanto, ST., M.Kom, kerjasama ini merupakan kegiatan positif dan strategis bagi Fakultas Teknik USB YPKP Bandung dalam meningkatkan kualitas dosen, kualitas luaran dosen, terutama dalam hal penelitian.

Dalam setiap penyelenggaraan International Conference TSSA yang telah diikuti selama ini, pihak FT USB YPKP selalu memiliki target. Bahkan dari tahun ke tahun, kata Slamet, jumlah papers selalu meningkat.

"Untuk tahun ini target jumlah papers semakin meningkat. Dari tahun sebelumnya, ada 20 papers, ada 25 papers. Untuk tahun ini kurang lebih bisa 35 papers bisa masuk, baik papers dari mahasiswa maupun dari dosen," jelasnya.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Terkini

X