Melemahnya Rupiah Resahkan Produsen Telur

- Minggu, 9 September 2018 | 12:10 WIB
Lili sedaang memberi pakan kepada ayam petelur miliknya. (Arditya Pramono/ayopurwakarta).
Lili sedaang memberi pakan kepada ayam petelur miliknya. (Arditya Pramono/ayopurwakarta).

BABAKAN CIKAO, AYOPURWAKARTA.COM--Melemahnya rupiah terhadap dolar tidak hanya membuat pusing para produsen tempe yang bahan baku kedelainya diimpor dari AS. Para produsen telur ayam di Purwakarta pun mengalami hal serupa. 

Seorang produsen telur di Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Lili (36) mengaku kecewa dengan melemahnya rupiah. Pakan ayam yang rata-rata produk impor mengalami kenaikan harga. 

"Harga pakan ikutan naik," katanya pada Minggu (9/9/2018). 

Lili biasanya membeli pakan ayam 1,8 ton untuk memberi makan ratusan ekor ayam miliknya.  

"Saat dolar naik seperti saat ini, pakan ayam naik jadi Rp200 per kilogram. Sekarang harganya Rp 5600-5700 per kilogram," ucapnya. 

Ironisnya, kenaikan harga pakan tidak dibarengi dengan kenaikan harga telur. 

Lili mengaku banyak produsen telur mengeluh karena pemerintah seakan hanya mau mengintervensi harga telur tanpa mempertimbangkan kenaikan harga pakan. 

"Harapan saya harga pakan juga turun. Kalau harga pakan naik sementara harga telur yang diintervensi pemerintah susah naik, kami akan mengalami kerugian," ujarnya. 

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Tags

Terkini

Sastra Sunda: LAWUNG DI BASISIR CIUJUNG

Senin, 4 Oktober 2021 | 11:46 WIB

Lapas Purwakarta Panen Raya Sayuran Hidroponik

Kamis, 30 September 2021 | 16:59 WIB

Bumdes Subang Katalisator Pembayaran Pajak

Jumat, 13 Agustus 2021 | 14:14 WIB

Curhat PKL di Purwakarta Setelah PPKM Diperpanjang

Rabu, 4 Agustus 2021 | 17:59 WIB
X