155.000 Meter Kubik Limbah Masuk ke DAS Citarum Setiap Hari

- Rabu, 23 Oktober 2019 | 16:25 WIB
Kabid P2KL Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Iwan Kuswandi saat menjelaskan soal kondisi Sungai Citarum.
Kabid P2KL Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Iwan Kuswandi saat menjelaskan soal kondisi Sungai Citarum.

PLERED, AYOPURWAKARTA.COM -- Kepala bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta, Iwan Kuswandi menyebut mayoritas pencemaran Sungai Citarum berasal dari limbah domestik, limbah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

Kemudian limbah dari industri, peternakan dan limbah lain yang masuk ke DAS Citarum hampir 155 ribu meter kubik perhari atau setara dengan 26 tanki air dengan kapasitas 6.000 liter.

Untuk itu pihaknya bergerak cepat melakukan pendampingan percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan terhadap Sungai Citarum.

"Kami mengajak ke semua elemen masyarakat agar sadar akan bahayanya membuang sampah atau limbah ke DAS Citarum melalui Sosialisasi," ungkap Iwan usai menghadiri Sosialidasi Gerakan Masyarakat Untuk Citarum Harum di Sarana Olahraga Desa Citeko Kecamatan Plered, Rabu (23/10/2019).

Menurutnya, ada delapan kabupaten kota yang terlintasi DAS Citarum di Jawa Barat, yang menjadi center adalah Metro Bandung ada empat kabupaten.

Kemudian ada empat kabupaten lain yang menjadi penyangga DAS Citarum, yaitu Kabupaten Cianjur, Purwakarta, Karawang dan Bekasi.

Berdasarkan amanat peraturan presiden (Perpres) setiap daerah yang terlintasi DAS Citarum harus melakukan upaya penanganan Citarum Harum, mulai dari Pemprov Jabar kemudian ditindaklanjuti dansektor dan bupati.

"Plered merupakan titik atau wilayah ketiga digelarnya sosialisasi setelah Kecamatan Babakancikao dan Sukatan. Kita akan terus bergerak ke kecamatan lain," ujarnya.

Selain sosialisasi, penanganan menerapkan IPAL Komunal juga ditempuh dalam mengembalikan kondisi air Citarum. "Soal itu sedang kita rencanakan dan sudah dibahas dengan konsultan mengenai segala hal berkaitan dengan IPAL Komunal, seperti master plan misalnya,"  kata Iwan.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Bumdes Subang Katalisator Pembayaran Pajak

Jumat, 13 Agustus 2021 | 14:14 WIB

Curhat PKL di Purwakarta Setelah PPKM Diperpanjang

Rabu, 4 Agustus 2021 | 17:59 WIB

Pilkades 2021 Ditunda, Ini Kata Bupati Purwakarta

Selasa, 3 Agustus 2021 | 20:31 WIB
X