Kekurangan ASN, Pemkab Purwakarta Ajukan Penambahan Kuota Tahun Depan

- Selasa, 29 Desember 2020 | 14:25 WIB
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika ketika memberikan Taspen kepada ASN yang pensiun. (Dok Pemkab Purwakarta)
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika ketika memberikan Taspen kepada ASN yang pensiun. (Dok Pemkab Purwakarta)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM -- Pemkab Purwakarta terancam krisis ASN yang diprediksi akan berlanjut hingga 2022 mendatang.
 
Kondisi itu terjadi akibat jumlah kuota CPNS 2019 tak berbanding lurus dengan jumlah ASN yang pensiun pada 2020 ini.
 
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika berharap ada solusi dari pemerintah pusat karena ada beberapa tempat yang memang tak bisa digantikan oleh tenaga kontrak daerah.
 
Oleh sebab itu, pihaknya mengusulkan ada penambahan kuota CPNS 2021 di bidang kesehatan dan juga pendidikan, sebab pada CPNS 2019 tak sebanding antara yang pensiun dengan yang masuk.
 
"Jadi tahun depan kuotanya memang harus maksimal," ujar dia saat pemberian Taspen kepada 365 ASN pensiun, di lingkungan Pemkab Purwakarta, Selasa (29/12/2020).
 
Adapun besaran anggaran yang dikeluarkan untuk 365 orang tersebut Rp20 miliar, rata-rata mendapat Rp60-70 juta per orang.
 
Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Purwakarta, Asep Supriatna menyebut persoalan kekurangan ASN tidak terjadi di Purwakarta saja, akan tetapi terjadi di daerah lain bahkan di kementerian juga mengalami hal serupa.
 
Menurutnya, memang telah ada skema dari pemerintah pusat sebesar 30-70%, yakni 30% CPNS dan 70 % P3K (tenaga kontrak), sehingga 100 % dihitung bersamaan jumlah pensiun pada tahun itu.
 
"P3K kebijakan pengganjian, tunjangan, dan lainnya setara ASN dan ditanggung pusat dahulu. Sedangkan ASN kan melalui dana alokasi umum (DAU). Nah, ini kesulitan bagi kami sebab APBD kami tak kuat jika harus menanggungnya," kata Asep.
 
Akan tetapi, lanjut dia pemerintah pusat mengeluarkan aturan terkait adanya juklak juknis sejuta tenaga pendidik atau guru. Sampai saat ini, pihaknya tengah menunggu juklak juknis tersebut.
 
"Seleksi dan gaji ditanggung pemerintah pusat. Kami sekarang kekurangan pengajar sekitar 2.500 orang untuk ASN," ucap dia.
 
Mengenai ASN yang pensiun, Asep mengatakan melihat dari grafik mulai 2019, 2020, 2021, dan 2022 mencapai 500 orang yang purnabakti dan sebagian besarnya adalah guru.
 
"Beruntung pada formasi CPNS 2019 bupati meminta kuota untuk guru sebanyak 93%, Karena kondisinya kami kekurangan. Jadi, idealnya ke depan mesti seimbang yang keluar dan masuk atau justru harus banyak yang masuk daripada keluar," ujar Asep.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Bumdes Subang Katalisator Pembayaran Pajak

Jumat, 13 Agustus 2021 | 14:14 WIB

Curhat PKL di Purwakarta Setelah PPKM Diperpanjang

Rabu, 4 Agustus 2021 | 17:59 WIB

Pilkades 2021 Ditunda, Ini Kata Bupati Purwakarta

Selasa, 3 Agustus 2021 | 20:31 WIB
X