Pedagang Sate Maranggi Purwakarta Mengalami Penurunan Omzet akibat PPKM Darurat

- Kamis, 8 Juli 2021 | 18:15 WIB
Wisata Kuliner Sate Maranggi Plered, Purwakarta.(Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)
Wisata Kuliner Sate Maranggi Plered, Purwakarta.(Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA KOTA, AYOPURWAKARTA.COM — Pemerintah telah resmi terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali mulai 3 sampai 20 Juli 2021.

Langkah ini diambil pemerintah guna menekan lonjakan kasus Covid-19 yang terus meningkat.

Salah satu aturan dalam kebijakan ini adalah dilarang makan atau minum di tempat untuk menghindari kerumunan.

Kebijakan itu sangat dirasakan berdampak oleh para pedagang Kuliner Sate Maranggi di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta.

Mereka mengaku mengalami penurunan omzet penjualan setelah diberlakukan PPKM darurat.

"Sangat terasa sekali penurunannya, tidak boleh makan di tempat dan tutup pukul 21. 00 WIB," ujar salah seorang pedagang sate di lokasi tersebut, Riki, Kamis, 8 Juli 2021.

Ia mengatakan, saat ini paling banyak 100 sampai 150 tusuk sate maranggi dan 10 bungkus nasi timbel.

Padahal, sebelumnya bisa mencapai 300 tusuk. Bahkan lebih pada hari biasa dan Sabtu dan Minggu, yang bisa menjual sampai 600 tusuk. 

"Tidak tahu wekeend nanti habis berapa tusuk, kita lihat saja nanti," kata Riki.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Bumdes Subang Katalisator Pembayaran Pajak

Jumat, 13 Agustus 2021 | 14:14 WIB

Curhat PKL di Purwakarta Setelah PPKM Diperpanjang

Rabu, 4 Agustus 2021 | 17:59 WIB

Pilkades 2021 Ditunda, Ini Kata Bupati Purwakarta

Selasa, 3 Agustus 2021 | 20:31 WIB
X