Kerajinan Tanah Liat Purwakarta Tembus Pasar Ekspor

- Kamis, 19 Oktober 2017 | 16:48 WIB
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Keramik Kec. Plered, Bambang Mega Wahyu sedang menunjukan salah satu kerajinan tanah liat asli Kec. Plered, Kab. Purwakarta
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Keramik Kec. Plered, Bambang Mega Wahyu sedang menunjukan salah satu kerajinan tanah liat asli Kec. Plered, Kab. Purwakarta

PURWAKARTA, AYOPURWAKARTA.COM—Kondisi alam dan letak geografis Kecamatan Plered dan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta telah membuat kedua daerah tersebut diberkahi keberadaan tanah liat yang banyak sekaligus memiliki kualitas baik.

Dengan memanfaatkan tanah liat, masyarakat Plered dan Tegalwaru dapat mendapatkan keuntungan ekonomis dari pembuatan keramik, tembikar, genteng, dan pot bunga.

Sampai saat ini, masyarakat di kedua kecamatan wilayah selatan Kabupaten Purwakarta tersebut, telah berhasil memanfaatkan tanah liat untuk membuat kriya yang memiliki nilai ekonomis.

"Ya bagi kalangan masyarakat di luar Purwakarta, kualitas kerajinan tanah liat dari mulai keramik, pot, tembikar, genteng, dan lainya asal Plered dan Tegalwaru memang sudah sangat populer," jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Keramik Kecamatan Plered, Bambang Mega Wahyu pada Kamis (19/10/2017).

Menurut Wahyu, kerajinan tanah liat Plered dan Tegalwaru  dianggap memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dari daerah lain.

"Sudah lama kerajinan tanah liat Plered dan Tegalwaru emang dianggap memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dari daerah lain," ungkapnya.

Menariknya, kerajinan tanah liat dari Kabupaten Purwakarta tersebut,  tak hanya populer secara lokal tetapi telah mampu menembus pasar mancanegara.

“Kami bikin pot bunga tanah liat buat pesanan orang Korea. Sekarang lagi laris manis dipesan mereka," ungkap perajin tanah liat, Desa Cadas Mekar, Kecamatan Tegalwaru, Kab. Purwakarta, Supriyanto (36).

Menurut Supriyanto, untuk diekspor keluar negeri, produk kerajinan tangan tanah liat tersebut harus memenuhi syarat dan standar yang mereka minta.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar

Tags

Terkini

Sastra Sunda: HAMPURA DEWEK, EUY!

Senin, 29 November 2021 | 17:12 WIB

Cerita Dibalik Wisata Gunung Parang di Purwakarta

Jumat, 24 September 2021 | 16:33 WIB

Sastra Sunda: MAPAG UDAT-UDAT BALEBAT

Rabu, 15 September 2021 | 11:50 WIB

Penyebab Terjadinya Kram Otot Rangka

Minggu, 12 September 2021 | 17:39 WIB

Pesona Gunung Salak Yang Penuh Kisah Mistis

Kamis, 24 Juni 2021 | 14:13 WIB

6 Ikan Cupang Termahal di Dunia

Rabu, 5 Mei 2021 | 14:58 WIB
X