Tinjau Sungai Citarum, Menko Maritim: Masih Banyak yang Harus Dikerjakan

- Rabu, 28 Agustus 2019 | 18:20 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Maritim Republik Indonesia (RI) Luhut Binsar Panjaitan saat meninjau progres revilatisasi Sungai Citarum di wilayah Kabupaten Bandung, Rabu (28/8/2019). (Dok. Humas Setda Kabupaten Bandung)
Menteri Koordinator (Menko) Maritim Republik Indonesia (RI) Luhut Binsar Panjaitan saat meninjau progres revilatisasi Sungai Citarum di wilayah Kabupaten Bandung, Rabu (28/8/2019). (Dok. Humas Setda Kabupaten Bandung)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Pemerintah pusat terus memantau progres normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, yang dicanangkan presiden sejak awal 2018. Untuk kedua kalinya setelah bulan September tahun lalu, pemantauan dilakukan oleh Menteri Koordinator (Menko) Maritim Republik Indonesia (RI) Luhut Binsar Panjaitan.

Menko Maritim, selaku Ketua Pengarah Tim Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, kali ini meninjau beberapa titik sepanjang Sungai Citarum. Ia menilai, sudah banyak kemajuan dalam pelaksanaan program tersebut.

“Namun demikian, saya lihat masih banyak yang harus dikerjakan. Salah satunya yaitu, masih belum maksimalnya koordinasi di antara kementerian-kementerian terkait dan juga BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Jangan bergerak sendiri-sendiri. Tingkatkan koordinasi agar dana, baik yang dimiliki kementerian maupun BUMN, bisa berdaya guna maksimal,” imbuh Menko Maritim di sela-sela kunjungan kerjanya di Terowongan Nanjung Curug Jompong Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (28/8/2019).

AYO BACA : bank bjb syariah Dianugerahi Penghargaan TOP Bank 2019

Selain itu, sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat terkait jenis pohon yang baik untuk ditanam di lahan miring, harus terus diperkuat. “Di wilayah Cisanti, jangan menanam kentang di kemiringan, karena akan berakibat longsor dan mengurangi tingkat kesuburan tanah. Campurkan penanamannya dengan kopi, sereh wangi, damar dan tanaman keras lainnya, yang juga memberikan keuntungan buat rakyat,” tambah Luhut Binsar.

Terkait penanganan banjir Bandung Selatan melalui Terowongan Nanjung, tambah Luhut, harus ditunjang adanya lahan yang luas sebagai penampungan atau resapan air. Di samping itu, kerjasama dengan pihak akademisi pun perlu terus dilakukan.

“Terowongan yang direncanakan November 2019 ini selesai, bisa mengurangi 20% risiko banjir. Spot-spot persiapan penampungan resapan air, yang luasnya 5 hektare juga cukup bagus. Tapi saya kira luasnya harus di kisaran 500 hektare, berupa danau kecil atau situ baru. Oleh karenanya, kajian dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bekerjasama dengan studi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), perlu dipertimbangkan dengan cermat,” imbuh Luhut.

AYO BACA : Kadisdik Purwakarta Berjanji Fasilitasi Prestasi Catur Natasya

Turut mendampingi, Bupati Bandung Dadang M. Naser bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung. Ia mengungkapkan, jajarannya terus melakukan edukasi kepada masyarakat maupun pihak industri.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Kenali Penyebab Batuk dan Cara Penyembuhan di Rumah

Selasa, 14 September 2021 | 19:48 WIB

Migran saat Bangun Tidur, Ternyata Ini 5 Penyebabnya

Rabu, 8 September 2021 | 18:08 WIB

Satuan Pelayanan Jadi Perhatian Komisi II DPRD Jabar

Senin, 30 Agustus 2021 | 22:41 WIB

Sastra Sunda: NU CÉPLAK JEUNG SEUHAH

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 10:05 WIB
X