Konservasi Lahan Kritis di Sekitar DAS Citarum Diprioritaskan

- Jumat, 7 Februari 2020 | 13:58 WIB
Rapat koordinasi Satgas Citarum Harum di Kantor Dinas Peternakan Jabar, Jalan Bandung, Kamis (7/2/2020). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)
Rapat koordinasi Satgas Citarum Harum di Kantor Dinas Peternakan Jabar, Jalan Bandung, Kamis (7/2/2020). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

BANDUNG, AYOPURWAKARTA.COM -- Tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama stakeholder yang tergabung dalam Satgas Citarum Harum memiliki fokus baru dalam memulihkan badan sungai dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan tema besarnya adalah konservasi lahan kritis di sekitaran area sungai. Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan fokus tersebut sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Tiap daerah diarahkan untuk mulai merubah arah penanganan kenencanaan dari infrastruktur fisik ke ekologis.

"Sesuai arahan presiden kita fokus pada tema yang jadi primadona, yakni penanganan lahan kritis," ungkapnya ketika ditemui dalam rapat koordinasi Satgas Citarum Harum di Kantor Dinas Peternakan Jabar, Jalan Bandung, Kamis (7/2/2020).

Dia mengatakan, salah satu langkah yang akan dilalukan adalah dengan menanam 50 juta pohon selama setahun. Program tersebut akan dimulai pada Maret 2020.

"Pohon-pohon itu untuk seluruh Jawa Barat, tapi di dalamnya ada untuk DAS Citarum," ungkapnya.

Tak hanya dilakukan oleh para Komandan Sektor dan tim yang bertugas, Emil mengatakan penanaman pohon juga akan melibatkan masyarakat. Sebelumnya dia juga pernah mencanangkan program menanam pohon bagi masyarakat yang akan menikah.

"Penanaman pohon ini akan melibatkan masyarakat yang sedang berbahagia; yang ualngtahun tanam 1 pohon, yang menikah tanam pohon, yang baru rotasi jabatan juga bisa ikut yanam pohon. Kolaborasi dengan masyarakat akan kita lakukan," jelasnya.

Sementara itu, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono mengatakan luas lahan kritis yang terdapat di area DAS Citarum mencapai 15 ribu hektar di dalam kawasan, dan 64 ribu hektar di luar kawasan. Sepanjang 2019 pihaknya telah menanam sebanyak 1,5 juta pohon untuk mengkonservasi lahan kritis.

"Untuk tahun ini kami fokus melakukan penanaman untuk lahan kritis yang berada di dalam kawasa. Targetnya 1 juta pohon," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Kenali Penyebab Batuk dan Cara Penyembuhan di Rumah

Selasa, 14 September 2021 | 19:48 WIB

Migran saat Bangun Tidur, Ternyata Ini 5 Penyebabnya

Rabu, 8 September 2021 | 18:08 WIB

Satuan Pelayanan Jadi Perhatian Komisi II DPRD Jabar

Senin, 30 Agustus 2021 | 22:41 WIB

Sastra Sunda: NU CÉPLAK JEUNG SEUHAH

Sabtu, 21 Agustus 2021 | 10:05 WIB
X