BNPB Temukan Kerusakan Anak Sungai Citarum, Diduga Bikin Banjir Meluas

- Selasa, 23 Februari 2021 | 10:19 WIB
Kondisi banjir Kabupaten Karawang melalui udara menggunakan helikopter, Senin (22/2/2021). (dok. BNPB)
Kondisi banjir Kabupaten Karawang melalui udara menggunakan helikopter, Senin (22/2/2021). (dok. BNPB)

KARAWANG, AYOPURWAKARTA.COM -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meninjau lokasi banjir di Kabupaten Karawang, Senin (22/2/2021), dengan menaiki helikopter bersama Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Doni dan rombongan melihat beberapa titik permukiman warga, jalur transportasi darat dan areal persawahan masih terendam air. Tak hanya titik genangan air, saat helikopter terbang rendah, Doni juga menemukan beberapa kerusakan anak sungai dari Sungai Citarum yang diduga menjadi salah satu faktor penyebab banjir semakin meluas.

Sementara itu, menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono, selain kerusakan sungai, beberapa saluran irigasi yang jebol juga menjadi penyebab banjir semakin parah.

“Ini berada di hilirnya bendungan Jatiluhur. Hilir bendungan Jatiluhur ada anak sungai Citarum yang namanya Sungai Cibeet.  Debitnya sekarang yang masuk ke Sungai Citarum 900 m3 per detik. Jadi walaupun dari Jatiluhur dikurangi outflownya karena hanya untuk menggerakan turbin listrik, tetapi bergabung dengan Cibeet menjadi 1.300 m3 per detik. Daya tampungnya atau kapasitasnya 1.100 m3 per detik. Sehingga itu memang meluap,” kata Basuki, melansir dari laman resmi BNPB, Selasa (23/2/2021).

Terkait ini, Basuki memastikan bahwa perbaikan kerusakan tanggul dan sungai sudah ditangani dan masih dalam proses perbaikan oleh Balai Besar Citarum.

“Kami sudah bergerak, peralatan dari Balai Besar Citarum untuk segera menutup. Tadi yang kita lihat ada tenda-tenda biru itu adalah sudah mulai bekerja sebetulnya untuk menutup itu” katanya. 

Pada kesempatan yang sama, Doni mengatakan bahwa BNPB akan terus mengkoordinasikan segala hal yang dianggap perlu dalam kaitan penanganan darurat bencana banjir, terutama untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Adapun dalam hal ini, yang menjadi prioritas menurut Doni adalah pendistribusian logistik siap saji dan penanganan serta evakuasi bagi mereka yang memiliki gangguan kesehatan.

“Mohon masyarakat yang kiranya memerlukan bantuan evakuasi untuk segera mencari helipad yang relatif lebih aman agar bisa kita evakuasi dari lokasi bencana. Kemudian juga masyarakat yang lansia, ibu hamil, ini juga mungkin perlu mendapatkan prioritas untuk dilakukan langkah-langkah penanganan lebih baik lagi” tegas Doni.

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Persib Kalahkan Persija Lewat Drama Adu Penalti

Senin, 22 November 2021 | 17:22 WIB

Bolehkan Anak Minum Teh? Ini Penjelasannya

Rabu, 3 November 2021 | 19:04 WIB
X